Setiap organisasi hendaknya mempuyai tujuan jelas untuk
kemaslahatan. Komunitas Indonesia Raya Berdzikir (KIRAB) adalah salah satu
organisasi yang lahir karena kepedulian anak bangsa terhadap keutuhan dan
martabat negara yang semakin menurun. Banyaknya kasus korupsi yang dilakukan
pejabat merupakan salah satu bukti bahwa kondisi bangsa tidak tertanam potensi
kesadaran bertuhan. Pengawasan dan control lembaga hanya sebatas kemampuan
manusia sehingga masih banyak yang merasa aman ketika tidak diketahui olah
manusia. Kekurangrasa hadirnya Tuhan dalam hati juga tampak jelas diekspresikan
oleh banyak kalangan muda dan pelajar sehingga banyak prilaku yang
dihasilkanpun mencerminkan seolah bentukan orang “tidak beragama”. Sangat
berbeda ketika seseorang dalam hidupnya betul-betul selalu merasa dalam
pengawasan Tuhan, maka akan tetap terjaga meskipun tanpa diketahui orang lain
atau lembaga pengawas.
KIRAB lahir dalam rangka menggiring bangsa pada jatidirinya
sebagai insan bertuhan. Keluhuran bangsa yang memiliki landasan Panca Sila,
maka sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi patokan utama agar
pengamalannya menjadi benar. KIRAB menerapkan sila pertama bukan pada hafalan
tapi pada pelaksanaan sehingga bangsa akan merasakan pondasi Negara yang kokoh
karena dikelola oleh pribadi berketuhanan. Penerapan pemahaman pada sila
pertama Panca Sila ini dengan menggunakan metode berdzikir.
Untuk mewujudkan
tujuan tersebut, KIRAB memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
VISI
Mencetak insan
berKetuhanan Yang Maha Esa untuk menghasilkan bangsa bermartabat dan tetap
dalam kebersamaan NKRI serta mewujudkan kedamaian dunia.
MISI
Misi yang
dimiliki oleh Komunitas Indonesia RayA Berdzikir adalah :
- Membangun
kesadaran bangsa berKetuhanan Yang Maha Esa
- Membentuk
insan berakhlakul karimah
- Melahirkan
bangsa bermartabat dengan Menjunjung
tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Mengedepankan Negara yang
mewujudkan kedamaian dunia









